Hot News :

Tampilkan postingan dengan label Hiv/Aids. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hiv/Aids. Tampilkan semua postingan

Tips Jitu Mencegah Menularnya Hiv/Aids

Adsense IndonesiaSiapapun pasti tidak ingin tertular penyakit HIV/AIDS. Penyakit ini sampai sekarang masih sulit disembuhkan, meskipun ada obat yang dapat menghambat akibat buruk dari HIV, namun masih kurang sesuai dengan yang diharapkan oleh penderita. Cara paling tetap untuk menanggulangi HIV/AIDS adalah

Mitos Tentang HIV/Aids





Apakah gigitan nyamuk membawa risiko terinfeksi HIV?


HIV tidak menyebar melalui gigitan nyamuk atau gigitan serangga lainnya. Bahkan bila virus masuk ke dalam tubuh nyamuk atau serangga yang menggigit atau mengisap darah, virus tersebut tidak dapat mereproduksi dirinya dalam tubuh serangga. Karena serangga tidak dapat terinfeksi HIV, serangga tidak dapat menularkannya ke tubuh manusia yang digigitnya.
Apakah saya harus khawatir tertular HIV saat melakukan kegiatan olah raga?
Tidak terdapat bukti bahwa HIV dapat ditularkan ketika seseorang melakukan olah raga.




Bisakah saya terkena HIV dari bersentuhan secara biasa?


(berjabat tangan, berpelukan, menggunakan toilet, minum dari gelas yang juga digunakan oleh seseorang yang terkena HIV, atau berada berdekatan dengan seseorang yang terinfeksi yang sedang bersin atau batuk)?
HIV tidak ditularkan oleh kontak sehari-hari dalam kegiatan sosial, di sekolah, ataupun di tempat kerja. Anda tidak dapat terinfeksi lantaran anda berjabat tangan, berpelukan, menggunakan toilet yang sama atau minum dari gelas yang sama dengan seseorang yang terinfeksi HIV, atau terpapar batuk atau bersin penyandang infeksi HIV.
Apakah HIV hanya menjangkiti kaum 


homoseksual dan pengguna narkoba saja?







Tidak Setiap orang yang melakukan hubungan seks yang tak terlindungi, berbagi penggunaan alat suntikan, atau diberi transfusi dengan darah yang terkontaminasi dapat terinfeksi HIV. Bayi dapat terinfeksi HIV dari ibunya selama masa kehamilan, selama proses persalinan, atau setelah kelahiran melalui pemberian air susu ibu.
Sebanyak 90% kasus HIV merupakan akibat dari penularan seksual dan 60-70%kasus HIV terjadi di kalangan heteroseksual.



Apakah kita dapat mengetahui bahwa seseorang 


terkena HIV hanya dengan melihat dari 


penampilannya?

Kita tidak dapat mengetahui bahwa seseorang menyandang HIV atau AIDS hanya dengan melihat penampilan mereka. Seseorang yang terinfeksi HIV bisa saja nampak sehat dan merasa baik-baik saja, namun mereka tetap dapat menularkan virus itu ke anda. Tes darah merupakan satu-satunya cara untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi HIV atau tidak.
Bisakah saya terjangkit lebih dari satu infeksi 


menular seksual (IMS) pada saat yang bersamaan?
Ya. Anda dapat terkena lebih dari satu infeksi penyakit menular (IMS) pada saat yang bersamaan. Masing-masing infeksi memerlukan pengobatannya sendiri. Anda tidak dapat menjadi kebal terhadap IMS. Anda juga dapat terkena infeksi yang sama berkali-kali. Banyak pria dan wanita yang tidak merasa atau melihat gejala awal apapun ketika mereka pertama kali terinfeksi dengan IMS, kendatipun mereka masih bisa menulari pasangan seksualnya.
Ketika seseorang sedang menjalani terapi antiretroviral, dapatkan dia menularkan HIV kepada orang lain?
Terapi antiretroviral tidak dapat mencegah penularan virus ke orang lain. Terapi dapat membantu menurunkan jumlah virus ke tingkat yang tidak terdeteksi, namun HIV masih tetap ada dalam tubuh, dan dapat ditularkan ke orang lain melalui hubungan seksual, dengan bergantian memakai peralatan suntikan, atau melalui ibu yang menyusui bayinya.
sumber aidsindonesia.or.id


Verifikasi Paypal Anda Sekarang Juga!!

Aman Dengan VCC Aman Untuk Bisnis & Pembayaran Online Anda!!



Sekilas Info:
Jika Diantara saudara ada yang berminat untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari blognya,bisa daftar gratis disini!!
,Klik saja Banner yang ada lalu isi Formulir Pendaftarannya.
Dapatkan Penghasilan Dari Blog Mau??

Daftar aja disinii!!

Adsense Indonesia Adsense Indonesia

Web Hosting

Web Hosting

Pencegahan tertularnya HIV/AIDS (Sebuah Kutipan)

HIV dan AIDS:
Strategi HIV/AIDS Nasional 2003-2007 - Sebuah kutipan
Departmen Pendidikan Nasional: Strategi Pencegahan HIV/AIDS Melalui Pendidikan - Sebuah kutipan




Apa itu HIV dan AIDS
HIV singkatan dari “Human Immunodeficiency Virus”. Virus ini adalah virus yang diketahui menjadi penyebab AIDS [Acquired Immune Deficiency Syndrome]. Jika seseorang positif HIV, ini berarti mereka terinfeksi virus tersebut. Seseorang yang terinfeksi dengan HIV tidak mempunyai AIDS selama virus tersebut secara serius merusak sistem kekebalan, membuat mereka lemah/mudah terserang infeksi, beberapa di antaranya menyebabkan kematian. HIV ditularkan melalui cairan tubuh kebanyakan dalam darah, sperma, cairan vagina dan ASI.nalitas, kenapa tidak dicoba?





Hanya ada 4 cara anda dapat menjadi HIV positif
  1. Berhubungan seksual tanpa menggunakan pelindung dengan orang yang terinfeksi [kasus kebanyakan];
  2. Berbagi jarum suntik atau alat suntik yang terkontaminasi atau alat tindik;
  3. Darah dan produk darah melalui, contohnya, transfusi, pencangkokan organ atau jaringan yang terinfeksi;
  4. Penularan melalui ibu yang terinfeksi kepada anak dalam kandungan atau pada saat kelahiran dan pemberian ASI.
Anda tidak dapat HIV dengan
  1. Berjabat tangan
  2. Berbagi alat potong
  3. Berpeluka
  4. Minum dari mata air
  5. Menggunakan gelas yang sama
  6. Berteman dengan penderita
  7. Bermain bersama
  8. Belajar bersama atau bersekolah di tempat yang sama



 
Strategi HIV/AIDS Nasional 2003-2007
Sebuah kutipan
Departemen Pendidikan Nasional: Strategi Pencegahan HIV/AIDS Melalui Pendidikan
Sebuah kutipan
Pencegahan HIV/AIDS
HIV/AIDS adalah masalah kesehatan dan masalah sosial. Karena penyebaran HIV/AIDS sangat kuat dipengaruhi oleh tingkah laku manusia, dan segala usaha untuk pencegahannya haruslah mempertimbangkan faktor ini.
Usaha pencegahan di antara populasi umum terdiri dari perbaikan ketrampilan dan pengetahuan, dalam cara yang dapat diterima oleh nilai-nilai agama dan norma-norma budaya, tentang bagaimana virus ini berpindah, konsekuensi dan pencegahannya, penggunaan metode IEC yang telah ada.
Penyebarluasan pengetahuan melalui jalur pendidikan formal dan informal begitu juga melalui jalur agama dicapai dengan cara sistematis memasukan material tentang HIV/AIDS ke dalam kurikulum reguler mereka.
Penerapan yang sesuai dalam program IEC juga membutuhkan kapasitas yang membangun pada pekerja kesehatan di garis depan, pekerja sosial, pekerja lapangan, guru, pelatih trampil dan lain-lain.
Usaha pencegahan ditujukan pada populasi yang beresiko tinggi seperti para pekerja seks dan klien mereka, PLHA dan partnernya, IDUs, dan mereka yang secara umum pekerjaannya beresiko terinfeksi HIV/AIDS seharusnya didasari ukuran pencegahan efektif seperti penggunaan kondom, pengurangan resiko, ketaatan beribadat sebagai tindakan pencegahan universal dan sebagainya.
Bekerja pada konsep dasar ini, kelompok target berikut perlu untuk digambarkan
Kata Pengantar
Seperti kita ketahui bahwa masalah HIV/AIDS bukan semata-mata masalah kesehatan tetapi mempunyai implikasi politik, sosial, agama dan hukum. Bahkan bila tidak dilakukan penanganan yang sungguh-sungguh maka dampaknya secara nyata, cepat atau lambat dapat menyentuh hampir semua aspek kehidupan manusia dan pada akhirnya hal ini akan mengancam upaya bangsa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Penanggulangan HIV/AIDS yang cukup efektif dilakukan melalui pendidikan baik kepada peserta didik, guru maupun tenaga kependidikan baik pada jalur pendidikan formal maupun non formal, yang dapat dilakukan dengan berbagai cara termasuk mengintegrasikan materi HIV/AIDS pada setiap kegiatan pelatihan atau kegiatan belajar mengajar yang relevan, bahkan dapat pula dilakukan secara khusus melalui media Komunikasi, Informasi dan Edukasi [KIE] yang relevan.
Strategi Pencegahan HIV/AIDS ini disusun dengan mengacu kepada Strategi Nasional Penanggulangan HIV/AIDS 2003-2007 dan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional tentang Pedoman Pencegahan HIV/AIDS melalui pendidikan. Strategi Nasional ini dimaksudkan sebagai acuan dan pedoman bagi para pengelola pendidikan baik di Pusat maupun daerah, serta lembaga swadaya masyarakat [LSM] dalam melakukan upaya pendidikan pencegahan HIV/AIDS. Setiap unit kerja/lembaga penanggung jawab program dapat mengembangkan lebih lanjut strategi yang tetap serta program yang sesuai dengan situasi dan kondisinya masing-masing.
Jakarta, 21 September 2004
Menteri Pendidikan Nasional
A. Malik Fajar



Verifikasi Paypal Anda Sekarang Juga!!

Aman Dengan VCC Aman Untuk Bisnis & Pembayaran Online Anda!!




Sekilas Info:
Jika Diantara saudara ada yang berminat untuk mendapatkan penghasilan tambahan dari blognya,bisa daftar gratis disini!!
,Klik saja Banner yang ada lalu isi Formulir Pendaftarannya.
Dapatkan Penghasilan Dari Blog Mau??

Daftar aja disinii!!

Adsense Indonesia Adsense Indonesia

Web Hosting

Web Hosting


Tips Jitu Mencegah Dan Mengdapi HIV /AIDS







Siapapun pasti tidak ingin tertular penyakit HIV/AIDS. Penyakit ini sampai sekarang masih sulit disembuhkan, meskipun ada obat yang dapat menghambat akibat buruk dari HIV, namun masih kurang sesuai dengan yang diharapkan oleh penderita. Cara paling tetap untuk menanggulangi HIV/AIDS adalah dengan memutus jalinan penularan penyakit, atau mencegahnya.

Mencegah tertular HIV/AIDS

Untuk mencegah HIV/AIDS antara lain :

  • Hindari penggunaan jarum suntik secara bergantian.
  • Tidak berganti-ganti pasangan dalam berhubungan seks, hindari seks bebas.
  • Hindari penularan melalui tranfusi darah dengan memastikan transfusi yang aman.
  • Hati hati dengan resiko penularan terhadap keturunan, dengan tidak memberikan ASI pada bayinya.

Bagi Penderita HIV
HIV sulit diketahui hanya dengan penglihatan mata saja. Pengidap HIV pada tahap awal umumnya terlihat normal atau sehat. Setelah terinveksi selama 5 sampai 10 tahun baru mengalami gejala seperti :

  • Kehilangan berat badan secara drastis
  • Diare yang berkelanjutan
  • Pembengkakan pada leher dan/atau ketiak
  • Batuk terus menerus

Lakukan test darah HIV untuk memastikan terkena HIV. Bagi yang positif terkena HIV/Aids, tetap bersemangat dan jangan menyerah. Karena semangat dari penderita akan dapat menjaga daya tahan tubuh dari akibat buruk penyakit HIV/AIDS. Jangan lupa untuk tetap menggunakan obat yang diberikan oleh dokter.









Mau Blog mu Dibayarin Adsens,Daftar aja disinii!!

Adsense Indonesia


Web Hosting


Sekilas Info:

Jika anda Berminat Tapi Tak punya Modal,Anda Pun bisa Mengikuti Program afiliasi dan dapat komisi.


“Tak Perlu Risau Dan Cemas,Banyak Cara untuk Mendapatkan Penghasilan Dan Halal,Yang penting ada Kemauan,Ulet,Dan Mau Mencoba”

Lihat Keteranagan Lengkapnya disini!! Sukses Bisnis dari afiliasi

Beberapa contoh perusahaan Yang Menyediakan Program Afiliasi adalah :

perusahaan domain hosting

Jasa Pembuatan Sofware Bisnis

Investasi Online

Penjualan Modem Internet Telkomsel

Jasa Advertising(pemasangan iklan)

Keuntungan afiliasi:

  • Dapat komisi Penjualan
  • Dapat komisi perekrutan/downline
  • Tidak memerlukan modal
  • Pendaftaran gratis tidak dipungut biaya sepeserpun
  • Dapat Website refereal Dengan Username Milik sendiri

Atau Klik Saja Banner Dibawah ini!

Mesin Penghasil Uang



Web Hosting


Web Hosting

Ciri-ciri Pengidap HIV/AIDS







Secara umum penderita AIDS sangatlah sulit untuk diketahui. Tidak ada ciri-ciri fisik khusus untuk penderita HIV, karena virus HIV menyerang kekebalan tubuh, ciri-ciri yang terlihat ya penyakit-penyakit umum. Gejala fisik khas baru terlihat pada saat muncul infeksi opportunitis, infeksi yang mucul pada stadium HIV lanjut. Bentuknya juga tidak berbeda dengan orang yang terkena penyakit tersebut tapi bukan karena terkena HIV, macam TBC, sarkoma kaposi, pembengkakan kelenjar getah bening dll. Untuk tahu pasti ya periksa darah untuk mengetahui keberadaan virus HIV. Hampir semua lab umum bisa , tapi sebaiknya konsultasi dulu dengan dokter yang biasa menangani penderita HIV.

Beberapa gejala pada orang yang mungkin mengidap virus HIV, seperti :
1. Pengidap AIDS akan terlihat lesu, tak bersemangat dan lemah. Rentan terhadap segala macam penyakit.
2. Pada fase berat, penderita AIDS akan terlihat sangat kurus, pupil mata membesar, tak bertenaga dan akan terbaring lemah menunggu ajal.

Ciri-ciri penyakit HIV/AIDS adalah seseorang bisa mengalami penurunan imunitas atau daya tahan tubuh, hal ini bisa kita lihat seorang yang terinfeksi virus tersebut akan mudah sakit seperti flu yang lama sekali sembuhnya. Jika sudah stadium lanjut akan menjadi sangat rentan sekali dia bisa mengalami komplikasi berbagai penyakit. Seperti diare, infeksi saluran pernafasan, lepuh kulit, berat badan terus menurun sehingga penderita tampak kurus dan kering.

Seseorang bisa terinfeksi jika dia melakukan hubungan seksual secara bergantian baik heteroseksual maupun homoseksual, dan yang lebih rentan yang hub sesama, bisa dari transfusi darah yang terinfeksi juga bisa dari jarum suntik yang pernah diapak sama penderita.

Dikutip dari ahmadrifkie.blogdetik.com.


Hati-Hati terhadap Penyakit Yang membahayakan ini!!










Sekilas Info:

Jika anda Berminat Tapi Tak punya Modal,Anda Pun bisa Mengikuti Program afiliasi dan dapat komisi.

Baca artikel ini:



“Tak Perlu Risau Dan Cemas,Banyak Cara untuk Mendapatkan Penghasilan Dan Halal,Yang penting ada Kemauan,Ulet,Dan Mau Mencoba”

Lihat Keteranagan Lengkapnya disini!! Sukses Bisnis dari afiliasi

Beberapa contoh perusahaan Yang Menyediakan Program Afiliasi adalah :

perusahaan domain hosting

Jasa Pembuatan Sofware Bisnis

Investasi Online

Penjualan Modem Internet Telkomsel

Jasa Advertising(pemasangan iklan)

Keuntungan afiliasi:

  • Dapat komisi Penjualan
  • Dapat komisi perekrutan/downline
  • Tidak memerlukan modal
  • Pendaftaran gratis tidak dipungut biaya sepeserpun
  • Dapat Website refereal Dengan Username Milik sendiri

Atau Klik Saja Banner Dibawah ini!

Mesin Penghasil Uang



Web Hosting


Web Hosting





Adakah Obat Untuk HIV/AIDS Saat Ini???

Terobosan Baru Bisnis Online Tercepat,Join Gratiss!

Terobosan Baru Bisnis Online Tercepat,Join Gratiss!

AIDS merupakan penyakit yang paling ditakuti pada saat ini. HIV, virus yang menyebabkan penyakit ini, merusak sistem pertahanan tubuh (sistem imun), sehingga orang-orang yang menderita penyakit ini kemampuan untuk mempertahankan dirinya dari serangan penyakit menjadi berkurang. Seseorang yang positif mengidap HIV, belum tentu mengidap AIDS. Banyak kasus di mana seseorang positif mengidap HIV, tetapi tidak menjadi sakit dalam jangka waktu yang lama. Namun, HIV yang ada pada tubuh seseorang akan terus merusak sistem imun. Akibatnya, virus, jamur dan bakteri yang biasanya tidak berbahaya menjadi sangat berbahaya karena rusaknya sistem imun tubuh.

Karena ganasnya penyakit ini, maka berbagai usaha dilakukan untuk mengembangkan obat-obatan yang dapat mengatasinya. Pengobatan yang berkembang saat ini, targetnya adalah enzim-enzim yang dihasilkan oleh HIV dan diperlukan oleh virus tersebut untuk berkembang. Enzim-enzim ini dihambat dengan menggunakan inhibitor yang nantinya akan menghambat kerja enzim-enzim tersebut dan pada akhirnya akan menghambat pertumbuhan virus HIV.

HIV merupakan suatu virus yang material genetiknya adalah RNA (asam ribonukleat) yang dibungkus oleh suatu matriks yang sebagian besar terdiri atas protein. Untuk tumbuh, materi genetik ini perlu diubah menjadi DNA (asam deoksiribonukleat), diintegrasikan ke dalam DNA inang, dan selanjutnya mengalami proses yang akhirnya akan menghasilkan protein. Protein-protein yang dihasilkan kemudian akan membentuk virus-virus baru.


Gambar 1A Struktur Virus HIV


Gambar 1B Daur hidup HIV

Obat-obatan yang telah ditemukan pada saat ini menghambat pengubahan RNA menjadi DNA dan menghambat pembentukan protein-protein aktif. Enzim yang membantu pengubahan RNA menjadi DNA disebut reverse transcriptase, sedangkan yang membantu pembentukan protein-protein aktif disebut protease.

Untuk dapat membentuk protein yang aktif, informasi genetik yang tersimpan pada RNA virus harus diubah terlebih dahulu menjadi DNA. Reverse transcriptase membantu proses pengubahan RNA menjadi DNA. Jika proses pembentukan DNA dihambat, maka proses pembentukan protein juga menjadi terhambat. Oleh karena itu, pembentukan virus-virus yang baru menjadi berjalan dengan lambat. Jadi, penggunaan obat-obatan penghambat enzim reverse transcriptase tidak secara tuntas menghancurkan virus yang terdapat di dalam tubuh. Penggunaan obat-obatan jenis ini hanya menghambat proses pembentukan virus baru, dan proses penghambatan ini pun tidak dapat menghentikan proses pembentukan virus baru secara total.

Obat-obatan lain yang sekarang ini juga banyak berkembang adalah penggunaan penghambat enzim protease. Dari DNA yang berasal dari RNA virus, akan dibentuk protein-protein yang nantinya akan berperan dalam proses pembentukan partikel virus yang baru. Pada mulanya, protein-protein yang dibentuk berada dalam bentuk yang tidak aktif. Untuk mengaktifkannya, maka protein-protein yang dihasilkan harus dipotong pada tempat-tempat tertentu. Di sinilah peranan protease. Protease akan memotong protein pada tempat tertentu dari suatu protein yang terbentuk dari DNA, dan akhirnya akan menghasilkan protein yang nantinya akan dapat membentuk protein penyusun matriks virus (protein struktural) ataupun protein fungsional yang berperan sebagai enzim.


Gambar 2 (klik untuk memperbesar)

Gambar 2 menunjukkan skema produk translasional dari gen gag-pol dan daerah di mana produk dari gen tersebut dipecah oleh protease. p17 berfungsi sebagai protein kapsid, p24 protein matriks, dan p7 nukleokapsid. p2, p1 dan p6 merupakan protein kecil yang belum diketahui fungsinya. Tanda panah menunjukkan proses pemotongan yang dikatalisis oleh protease HIV (Flexner, 1998).






Menurut Flexner (1998), pada saat ini telah dikenal empat inhibitor protease yang digunakan pada terapi pasien yang terinfeksi oleh virus HIV, yaitu indinavir, nelfinavir, ritonavir dansaquinavir. Satu inhibitor lainnya masih dalam proses penelitian, yaitu amprenavir. Inhibitor protease yang telah umum digunakan, memiliki efek samping yang perlu dipertimbangkan. Semua inhibitor protease yang telah disetujui memiliki efek samping gastrointestinal. Hiperlipidemia, intoleransi glukosa dan distribusi lemak abnormal dapat juga terjadi.


Gambar 3 (klik untuk memperbesar)

Gambar 3 menujukkan lima struktur inhibitor protease HIV dengan aktivitas antiretroviral pada uji klinis. NHtBu = amido tersier butil dan Ph = fenil (Flexner, 1998).

Uji klinis menunjukkan bahwa terapi tunggal dengan menggunakan inhibitor protease saja dapat menurunkan jumlah RNA HIV secara signifikan dan meningkatkan jumlah sel CD4 (indikatorbekerjanya sistem imun) selama minggu pertama perlakuan. Namun demikian, kemampuan senyawa-senyawa ini untuk menekan replikasi virus sering kali terbatas, sehingga menyebabkan terjadinya suatu seleksi yang menghasilkan HIV yang tahan terhadap obat. Karena itu, pengobatan dilakukan dengan menggunakan suatu terapi kombinasi bersama-sama dengan inhibitor reverse transcriptase. Inhibitor protease yang dikombinasikan dengan inhibitor reverse transkriptase menunjukkan respon antiviral yang lebih signifikan yang dapat bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama (Patrick & Potts, 1998).

Dari uraian di atas, kita dapat mengetahui bahwa sampai saat ini belum ada obat yang benar-benar dapat menyembuhkan penyakit HIV/AIDS. Obat-obatan yang telah ditemukan hanya menghambat proses pertumbuhan virus, sehingga jumlah virus dapat ditekan.

Oleh karena itu, tantangan bagi para peneliti di seluruh dunia (termasuk Indonesia) adalah untuk mencari obat yang dapat menghancurkan virus yang terdapat dalam tubuh, bukan hanya menghambat pertumbuhan virus. Indonesia yang kaya akan keanekaragaman hayati, tentunya memiliki potensi yang sangat besar untuk ditemukannya obat yang berasal dari alam. Penelusuran senyawa yang berkhasiat tentunya memerlukan penelitian yang tidak sederhana. Dapatkah obat tersebut ditemukan di Indonesia? Wallahu a’lam.

Pustaka:

  1. Flexner, C. 1998. HIV-Protease Inhibitor. N. Engl. J.Med. 338:1281-1293
  2. Patrick, A.K. & Potts, K.E. 1998. Protease Inhibitors as Antiviral Agents. Clin. Microbiol. Rev. 11: 614-627.

Sekilas Info:

Jika anda Berminat Tapi Tak punya Modal,Anda Pun bisa Mengikuti Program afiliasi dan dapat komisi.


“Tak Perlu Risau Dan Cemas,Banyak Cara untuk Mendapatkan Penghasilan Dan Halal,Yang penting ada Kemauan,Ulet,Dan Mau Mencoba”

Lihat Keteranagan Lengkapnya disini!! Sukses Bisnis dari afiliasi

Beberapa contoh perusahaan Yang Menyediakan Program Afiliasi adalah :

perusahaan domain hosting

Jasa Pembuatan Sofware Bisnis

Investasi Online

Penjualan Modem Internet Telkomsel

Jasa Advertising(pemasangan iklan)

Keuntungan afiliasi:

  • Dapat komisi Penjualan
  • Dapat komisi perekrutan/downline
  • Tidak memerlukan modal
  • Pendaftaran gratis tidak dipungut biaya sepeserpun
  • Dapat Website refereal Dengan Username Milik sendiri

Atau Klik Saja Banner Dibawah ini!


dapat penghasilan dari adsense Mau??klik aja Banner ini Terus daftar(Pilih

Web Owner)

Adsense Indonesia


Mesin Penghasil Uang



Web Hosting


Web Hosting

Maret 3, 2010 Ditulis ole